BABYLON MYSTERY RELIGION
By
Ralph Woodrow
P.O. BOX 124
Riverside, California 92502
U.S.A
===
SEKILAS BIOGRAFI PENULIS “RALPH WOODROW”
Ralph Edward Woodrow (lahir 1939) adalah
seorang pendeta Kristen Evangelis , pembicara, dan saat ini penulis enam belas
buku. Woodrow sebelumnya mendukung tesis pendeta Presbyterian abad ke-19 ,
Alexander Hislop , bahwa Katolik Roma adalah agama pagan sinkretis dalam
bukunya Babylon Mystery Religion dan memperoleh ketenaran tertentu ketika ia
mengubah pandangannya dan menarik karya tersebut dari peredaran. Sudut pandang
barunya didokumentasikan dalam The Babylon Connection ?.
Woodrow telah berkecimpung dalam pelayanan sejak usia 18
tahun dan bertahan di sana selama lebih dari lima puluh tahun.
**Babylon Mystery Religion** adalah buku yang pertama kali diterbitkan pada tahun 1966 dan dicetak ulang pada tahun 1981 oleh Ralph Woodrow Evangelistic Association.
Dalam buku tersebut, Woodrow menggambarkan
persamaan antara ritual Babilonia kuno dan ritual yang ditemukan di Gereja
Katolik Roma . Buku ini didasarkan pada buku karya Alexander Hislop, The Two
Babylons .
Babylon Mystery Religion kini sudah tidak dicetak lagi dan buku kedua berjudul The Babylon Connection? telah tersedia di mana Woodrow menarik kembali dan membantah pandangannya yang sebelumnya disajikan dalam Babylon Mystery Religion. Pernyataan daring dari penulis dapat ditemukan di situs web tersebut.
===*****===
Ringkasan
Terjemahan
BABYLON MYSTERY RELIGION
Terjemahan ini merupakan ringkasan
**BABYLON MYSTERY RELIGION**. Diterjemahkan pada Juli 1986
DAFTAR IS
- Babilon – Sumber Agama Yang Semu 3
- Penyembahan Ibu-Anak 5
- Penyembahan Maria 6
- Santo/Santa, Hari Peringatan dan Lambang 7
- Obelisk, Kuil dan Menara 9
- Apakah Salib Lambang Kekristenan 10
- Konstantin dan Salib 12
- Relikwi Roma 14
- Kesemuan Agama 15
- Apakah Petrus Paus Pertama? 17
- Asal-Usul Kepausan 19
- Masalah Moral Dalam Kepausan 22
- Apakah Paus Bebas dari Kesalahan (Infallible) 24
- Siksaan Yang Tidak Berperikemanusiaan 25
- Menjadi Tuan atas Anak-anak Tuhan 26
- Imam yang Tidak Menikah 27
- Misa 29
- Tiga Hari Tiga Malam 31
- Ikan, Hari Jumat dan Pesta Musim Semi 33
- Pesta Musim Dingin 34
- Misteri dan Percampuran 36
==*****==
BAB
I
BABILON
– SUMBER DARI AGAMA YANG SEMU
Dalam Alkitab, agama misterius dari Babilon digambarkan
sebagai wanita berpakain merah darah yang
dihiasi dengan emas dan batu permata dan mutiara, sambil memegang cawan yang
penuh hujatan dan kenajisan akibat perzinahan (Why. 17:1- 6). Dalam Alkitab
"wanita" adalah lambang dari gereja. Gereja yang sejati adalah
bagaikan pengantin yang suci dan tanpa cacat (Ef. 5:27; Why. 19:7-8). Ketika
Yohanes menulis kitab Wahyu, Babilon -sebagai kota- sudah hancur dan runtuh,
seperti yang telah dinubuatkan para nabi (Yes. 15:19-22; Yer. 51&52).
Tetapi meskipun kota Babilon sudah hancur, konsep dan kebiasaan dari agama
Babilon tersebar diantara banyak bangsa di dunia. Tentu timbul pertanyaan
bagaimana agama Babilon bisa berkembang ke seluruh dunia dan bagaimana pula
hubungannya dengan kitab Wahyu yang ditulis oleh Yohanes?
Setelah masa banjir berakhir, orang
mulai pindah dari Timur menuju ke suatu daerah yang disebut Sinear, dimana
mereka kemudian tinggal (Kej. 11:2). Di daerah Sinear inilah kota Babilon
berdiri, yang kemudian dikenal sebagai Babilonia atau Mesopotamia. Disini
mengalir sungai Euphrat dan Tigris, yang membuat tanah ini menjadi subur.
Tetapi, ada suatu masalah yang dihadapi penduduk yaitu bahwa di daerah ini
terdapat banyak binatang buas yang selalu mengancam kehidupan penduduk setempat
(Kel. 23:29-30).
Dalam keadaan yang parah inilah muncullah
seorang laki-laki bertubuh besar dan berkuasa. Namanya Nimrod. Ia terkenal
sebagai pemburu yang hebat. Alkitab mengatakan antara lain bahwa ia menjadi
pemburu yang penuh kuasa (Kej. 10:8-9). Makin lama makin terkenallah dia. ia
menjadi pemimpin ternama dalam memecahkan masalah-masalah dunia. Akhirnya
karena ia begitu disanjung, tidak lagi berjuang melawan binatang buas,
melainkan mulai berpikir untuk mengorganisasi manusia supaya tinggal dalam kota
serta mengelilingi kota ini dengan tembok sebagai pelindung. Dari sinilah lahir
sebuah kerajaan. Demikianlah cara berpikir Nimrod. Kerajaan pertama adalah
Babel, Erech, Accad dan Caleh, di daerah Sinear (Kej. 10:10). Kerajaan Nimrod
adalah yang pertama, yang disebut Alkitab. Nama Nimrod berasal dari "marad"
yang berarti "ia memberontak kepada TUHAN".
Berdasarkan kesimpulan dari sejarah,
legenda dan mitologi, maka Alexander Hislop menulis secara rinci bagaimana
agama Babilonia berkembang menjadi tradisi yang berkaitan dengan Nimrod,
Semiramis (isterinya) dan Tamus (anak Semiramis, yang kemudian dinikahi oleh
Semiramis, ibunya sendiri). Ketika Nimrod mati, tubuhnya dipotong-potong,
kemudian dibakar dan disebar ke berbagai daerah. Praktek serupa juga disebutkan
dalam Alkitab (Hak. 19:29; 1Sam. 11:7).
Kematiannya sangat menyedihkan
masyarakat Babilon. Semiramis lalu menegaskan bahwa Nimrod adalah dewa matahari.
Ketika Semiramis melahirkan seorang anak
laki-laki, ia mengatakan bahwa anaknya, Tamus, adalah titisan Nimrod.
Kemungkinan besar Semiramis sudah mendengar nubuatan mengenai Mesias yang akan
dilahirkan oleh seorang wanita. Kebenaran mengenai hal ini sudah diketahui
sejak semula (Kej. 3:15). Itu sebabnya Semiramis berani mengatakan bahwa
anaknya dikandung secara supranatural dan merupakan juru selamat. Dalam
perkembangan selanjutnya tidak hanya anak yang disembah, tetapi juga sang ibu. Banyak dari penyembahan Babilonia diteruskan melalui lambang-lambang yang
misterius. Misalnya anak-sapi yang dibuat dari emas (golden calf) merupakan
lambang dari Tammuz, anak dari dewa matahari. Karena Nimrod merupakan dewa
matahari atau baal, maka api juga merupakan lambang dari Nimrod.
Jadi, lilin dan lain-lain kebiasaan yang
berkenaan dengan api dimaksudkan sebenarnya sebagai penyembahan kepada Nimrod.
Nimrod juga sering dilambangkan sebagai matahari, ikan, pohon, pilar dan
binatang. Baca Roma 1:21-26. Sistem dewa- dewi menyebar dari Babilon ke
bangsa-bangsa lain, karena dari Babilonlah manusia tersebar ke seluruh dunia
(Kej. 11:9). Tak mengherankan kalau penyembahan ibu- anak ikut tersebar
kemana-mana. Ketika Roma menjadi sebuah kekaisaran yang pertama, terjadilah
asimilasi antara sistem dewa dewi yang dianut Roma dengan agama yang berasal
dari negara-negara kafir. Karena Babilon merupakan sumber kekafiran, maka masuk
akal-lah bahwa agama semula dari Roma tidak lain dari penyembahan Babilon, yang
kemudian berkembang kedalam berbagai bentuk dan bermacam nama.
===****===
BAB II
PENYEMBAHAN
IBU-ANAK
6Salah satu contoh kekafiran Babilonia yang masih
berlanjut hingga sekarang dan yang dinaut
oleh gereja Roma adalah penyembahan kepada Maria, yang menggantikan penyembahan
dewi ibu (mother goddess) dimasa lalu. Banyak monumen Babilon menggambarkan
dewi Semiramis menggendong Tammuz. Penyembahan ibu-anak ini tersebar ke segala
penjuru dunia.
Bangsa Cina mengenalnya sebagai dewi ibu
Shingmoo atau ibu yang kudus. Ia menggendong anaknya dan sinar kemuliaan
mengitari kepalanya. Bangsa Jerman menyembah perawan Hertha dengan anaknya.
Orang Skandinavia mengenalnya sebagai Disa, yang juga menggendong seorang anak.
Orang Etrucsan menyebutnya Nutri dan orang Druids mengenalnya sebagai
Virgo-Patitura. Di India dikenal sebagai Indrani, juga menggendong seorang
anak. Di Yunani sebagai Aphodite atau dewi Venus atau Fortuna dengan anaknya
Jupiter. Juga Isi, dewi agung dari India, dengan anaknya Iswara disembah di
berbagai pura. Di Asia dikenal Cybelle dengan anaknya Deouis. Ketika bangsa
Israel jatuh ke dalam kekafiran, mereka juga menyembah seorang dewi ibu. Baca
Hakim-hakim 2:13; 10:6; 1Sam 7:3-4; 12:10; 1Raja-Raja 11:5; 2 Raja-Raja 23:13.
Salah satu sebutan yang diberikan kepada dewi ini adalah "ratu surga"
(Yer. 44:17-19). Di Ephesus, ibu agung dikenal sebagai Diana. Pura yang dipersembahkan kepadanya termasuk dalam
tujuh keajaiban dunia yang terkenal.
Di Mesir dewi ibu ini dikenal sebagai
Isis dengan anaknya Horus. Penyembahan ibu- anak ini tidak saja dilakukan di
Roma, tapi juga di Afrika, Spanyol, Portugal, Perancis, Jerman dan Bulgaria.
Yesus Kristus mendirikan gerejaNya yang sejati. Pada abad 4 dan 4 terjadi
penyelewengan dari gereja yang murni ini, dimana kekafiran dibaurkan denga
kekristenan. Maria menggantikan diri sebagai dewi ibu dari bangsa kafir. Penyembahan Maria ini diresmikan pada
konsili Ephesus tahun 431.
Mengapa Ephesus? Di Ephesuslah dewi
Diana disembah sebagai dewi dari keperawanan dan keibuan. ia menjadi lambang
kesuburan dan digambarkan sebagai dewi yang memiliki banyak payudara. Mahkota
yang dikenakannya berbentuk menara, lambang dari menara Babel. Di dalam Alkitab
disebutkan bahwa hanya ada satu perantara antara TUHAN dan manusia, yaitu Yesus
(1Tim. 2:5). Tapi bagi orang Roma Katholik, Maria juga merupakan perantara
sehingga ia disebut Mediatrix atau perantara. Ia juga sering disebut ratu surga
(Yer. 7:18-20).
===****===
BAB III
PENYEMBAHAN
MARIA
Dalam agama kafir, ibu lebih banyak disembah daripada
anaknya. Alkitab mengajarkan bahwa hanya
Yesus jalan, kebenaran dan kehidupan; bahwa hanya Dia yang bisa mengampuni dosa
dan hanya Dia pula yang pernah hidup di bumi ini tanpa dosa dan hanya Dia yang harus disembah, bukan ibunya. Tapi Roma
Katholik karena pengaruh kekafiran juga menyembah sang ibu.
Di tiap gereja dan kapel manapun di
dunia, patung Maria menduduki tempat istimewa. Doa Salam Maria diucapkan 9 kali
lebih banyak daripada doa Bapa Kami. Alasannya karena Maria seorang ibu, maka
doa umat dapat disampaikan kepada Yesus melalui Maria yang lebih penuh belas
kasih, penuh pengertian dan penuh rahmat daripada Yesus, anaknya. Seorang
penulis Roma Katholik ternama, Alphonsus Liguori menulis secara panjang lebar
bahwa doa-doa kepada Maria lebih efektif daripada bila ditujukan kepada Yesus.
Liguori diangkat sebagai santo oleh Paus Gregorius XIV pada tahun 1839 dan
sebagai doktor gereja Katholik oleh Paus Pius IX. Liguori dalam tulisannya
memberikan sebuah ilustrasi yang menggambarkan seorang pendosa yang melihat dua
tangga yang bergantungan dari surga. Di ujung tangga yang satu ada Maria dan
ujung lainnya ada Yesus. Ketika si pendosa berusaha menaiki tangga yang ada
Yesusnya, ia melihat wajah yang bengis, yang membuatnya putus asa. Tapi ketika
ia menaiki tangga Maria ia dapat naik dengan mudah dan kemudian disambut oleh
Maria, yang membawa si pendosa kepada Kristus. Akhirnya semua perkara si
pendosa menjadi beres. Seluruh cerita ini menggambarkan betapa lebih mudah dan
efektif pergi kepada Maria daripada kepada Yesus. Bila si pendosa berdoa kepada
sang perawan, maka ia akan memperlihatkan payudaranya kepada anaknya yang
pernah mengisapnya dan kemarahan sang anak akan mereda.
Konsep payudara ini tak asing lagi bagi
penyembah-penyembah dewi ibu. Diana, lambang kesuburan digambarkan dengan 100
payudara. Posisi Maria yang mulia dapat dilihat dari doktrin "Mengandung
tanpa dinodai", yang diumumkan oleh Paus Pius IX tahun 1854. Dikatakan
bahwa perawan Maria yang suci tak mempunyai dosa asal. Maria tetap manusia dan
juga berdosa (Roma 3:23). Maria juga membutuhkan juruselamat. Setiap hari orang
Katholik di seluruh dunia berdoa salam Maria, rosario, doa Angelus, litani Perawan Maria, dll.
Rosario juga banyak dipakai diluar
gereja Roma Katholik. Orang Islam mengenal apa yang disebut tasbeh, yang
terdiri dari 33, 66 atau 99 mute. Pada abad 13, Marcopolo sempat tertegun
melihat raja dari Malabar menggunakan 'rosario' dalam doanya. Fransiskus
Xaverius terheran-heran melihat bahwa 'rosario' dipakai oleh orang Budha
di Jepang. Diantara orang Phoenicia semacam
rosario dipakai untuk menyembah Astarte, dewi ibu, kira-kira 800SM. Juga
orang-orang Brahman menggunakan rosario. Doa-doa yang diulang (seperti
salam)
===****===
BAB IV
SANTO/ SANTA,
HARI PERINGATAN DAN LAMBANG
Disamping Maria, orang Roma Katolik juga
menghormati dan berdoa kepada orang-
orang kudus. Mereka adalah martir-martir
atau orang gereja yang terkemuka. Alkitab merekam bahwa semua orang Kristen
yang sejati adalah orang kudus. Kalau kita membaca surat-surat Paulus kepada
orang-orang Kristen di Efesus, Filipi, Korintus dan Roma, maka diketahui
surat-surat tersebut ditujukan kepada orang- orang kudus (Ef. 1:1, dsb.). Jadi
dapat disimpulkan bahwa orang-orang kudus adalah orang-orang yang hidup. Dengan
demikian kalau kita ingin agar orang kudus mendoakan kita, maka haruslah dia
seorang yang hidup. Tetapi bila kita berkomunikas dengan orang yang telah mati,
maka ini semua merupakan spiritisme yang terlarang.
Dalam agama palsu Babilon, orang berdoa
kepada bermacam-macam ilah; ada kurang lebih 5000 dewa dewi. Seperti halnya
orang Katolik, orang Babilonia juga percaya bahwa ilah mereka pernah hidup di
dunia ini, dan sekarang berada pada tingkat yang lebih tinggi. Tiap hari diisi
oleh orang kudus yang menjadi pelindung dari hari tersebut. Juga orang Budha di
Tiongkok mengenal banyak ilah, misalnya dewi laut, dewa perang, dsb. Di Roma
dikenal Brighit, dewi kesusasteraan, Juno Regina dewi kewanitaan dan
pernikahan, Minerva dewi kebijaksanaan, pekerjaan tangan dan musik. Venus
adalah dewi cinta, seks dan kelahiran, Vesta adalah dewi dari tukang roti dan
api suci, Ops adalah dewi kemakmuran, Heracles dewa kesenangan dan anggur.
Mercuri dewa para orator dan itulah sebabnya mengapa orang Listra mengira rasul
Paulus sebagai dewa Mercuri, karena kepandaiannya berbicara (Kisah 14:11- 12),
dan masih banyak dewa-dewi lainnya
Konsep dewa-dewi ini kemudian dipakai dalam agama Roma
Katolik yang kemudian mengenal begitu
banyak santo-santa. Yang menjadi pertanyaan adalah mengapa orang Kristen berdoa
kepada santa, bila sebenarnya bisa berhubungan langsung dengan Tuhan.
Orang Katolik diajarkan agar berdoa
kepada santo-santa supaya mereka mudah memperoleh pertolongan dari Tuhan. Dalam
peleburan antara kekafiran dan Kekristenan, seringkali seorang santo atau santa
diberi nama yang sama dengan nama dewa dewi yang ada. Misalnya dari dewi
Victoria diubah menjadi St. Victoire, Cheron menjadi St. Ceranos, Artemis
menjadi St. Artemidos, Dionysus menjadi St. Dionysus. Dewi Brighit, putri dewa
matahari yang menggendong seorang anak menjadi St. Bridget. Pura dewi Brighit
di Kildare didiami oleh perawan-perawan Vestal yang memelihara api suci.
Pura ini kemudian menjadi biara, dan
para perawan menjadi biarawati. Mereka juga memelihara api suci, hanya namanya
diganti menjadi ‘Api Santa Bridget’. Salah satu peninggalan pura di Roma adalah
Pantheon yang dipersembahkan kepada Jove dan semua dewa dewi. Oleh Paus
Bonifasius IV tempat ini dikuduskan kembali dan dipersembahkan kepada Perawan
Maria dan semua orang kudus.
Sebuah gua di Betlehem yang
diperlihatkan sebagai tempat kelahiran Yesus sebenarnya merupakan tempat
penyembahan Tammuz. Alkitab tidak pernah menyatakan bahwa Yesus lahir di gua.
Juga patung-patung dewa-dewi dipakai kembali untuk para santa santo.
Diperkirakan ada kurang lebih 4000 patung ada dalam gereja-gereja Katolik di
Eropa. Orang-orang kafir membuat sinar kemuliaan (aureole) disekeliling kepala
dari para dewa dewi. Hal ini juga dilakukan oleh gereja Roma. Juga dalam agama
Budha aureole ini dipakai.
===****===
BAB V
OBELISK, KUIL DAN MENARA
Salah satu bentuk penyembahan kafir yang mempunyai
pengertian yang tersembunyi adalah Obelisk. Ratu Semiramis mendirikan sebuah
obelisk yang tingginya 130 kaki. Di Mesir
terdapat banyak Obelisk dan beberapa diantaranya telah dipindahkan ke lain
tempat, yaitu Central Park di New York, London dan Roma. Asal mulanya sebuah
Obelisk dikaitkan dengan penyembahan matahari, lambang dari Baal, yang
merupakan sebuatan dari Nimrod. Mereka telah menolak pencipta sebenarnya dan
menganggap mataharilah yang memberikan kehidupan kepada tanaman dan manusia.
Obelisk juga merupakan lambang dari phallus (alat kelamin pria). Melalui
hubungan kelamin, sebuah kehidupan dimulai, karena itu phallus juga merupakan
lambang dari kehidupan. Supaya obelisk ini betul-betul melambangkan suatu
kehidupan, maka obelisk ini harus berdiri tegak. Obelisk ini ditempatkan di
halaman masuk sebuah kuil.
Di halaman gereja St. Petrus di Roma
berdiri sebuah obelisk. Obelisk ini pernah berdiri di Mesir. Antara tahun 37-41
Catigula memindahkan obelisk dari Heliopolis, Mesir, ke halaman gereja St.
Petrus di Vatikan. Heliopolis adalah nama Yunani untuk Bethshemesh yang
merupakan pusat penyembahan matahari di Mesir. Dalam Perjanjian Lama disebutkan
bahwa obelisk-obelisk ini adalah images os Betshemesh (Yer. 43:13).
Ketika pada tahun 1586, Paus Sixtus V,
memindahkan obelisk ke gereja ke gereja St. Petrus, ia mengancam para
pengangkut obelisk itu dengan hukuman mati bila obelisk itu jatuh dan patah.
Perlu diketahui bahwa tinggi obelisk seluruhnya adalah 132 kaki dengan berat
320 ton. Ribuan orang menyaksikan penegakan obelisk ini dan setelah berhasil
berdiri, diadakan misa dan paus memberkati para pekerja dan kuda-kuda yang dipakai.
Di halaman kuil yang terletak di Hierapolis, tertulis:
“Saya, Dionysus,
mempersembahkan phalli ini kepada Hera, ibu tiriku.”
Selama ini orang berusaha untuk
memperindah gedung gereja dengan segala macam hiasan. Alkitab merekam bahwa
yang dimaksud dengan gereja adalah sekumpulan orang-orang yang didiami Roh
Kudus dan tubuh mereka merupakan Bait Tuhan. Jadi yang perlu diperindah adalah
manusianya, bukan gedung gerejanya
Salah satu ciri khas dari gedung gereja
adalah menara. Banyak menara yang mahal harganya tidak memiliki nilai rohani.
Padahal Yesus sendiri tidak pernah membangun atau memerintahkan pembangunan
gereja.
Salah satu arti dari dewi Astarte
(Semiramis) adalah “Perempuan yang membuat menara”. Di gereja Katolik, menara
merupakan lambang dari Perawan Maria. Pada waktu kerajaan Babilonia masih ada,
terdapat banyak menara yang bersifat religius. Dalam agama orang Cina, menara
juga memegang peranan penting. Salah satunya adalah pagoda di Nanking.
Menara-menara ini cukup tinggi, sehingga dari jauh sudah kelihatan. Ingat menara Babel (Kej. 11:3-4).
Dalam agama Islam menara juga memegang
peranan dalam pembangunan mesjid dengan banyak minaret. Juga gereja St. Sophia
di Constantinopel
memiliki banyak menara. Demikian pula gereja-gereja Katolik dan Protestan
mengenal menara.
==***==
BAB VI
APAKAH
SALIB LAMBANG KEKRISTENAN
Salib bagi gereja Roma Katholik
merupakan lambang yang terpenting. Dimana-mana terdapat salib. Kalau seorang anak
dibaptis, pastor akan membuat tanda salib di dahi, demikian juga pada Rabu Abu.
Tanda salib juga dibuat ketika memasuki gereja, sebelum makan, dsb.
Bagi orang Kristen sejati, salib
merupakan lambang kematian dan rasa malu (Ibr. 12:2). Mereka percaya bahwa
diatas salib pengampunan dosa telah dilakukan dan perlu diberitakan ke seluruh
dunia. Bukan dalam arti salib di tangan atau digantungkan pada leher supaya
yang bersangkutan terlindung dari hal-hal yang tidak diinginkan.
Pemakaian salib sebagai lambang
kekeristenan dimulai sejak ajaran Kristus dibaurkan dengan kekafiran. Tahun
431, salib mulai digunakan di dalam gereja. Abad ke-6, salib mulai dikuduskan
oleh gereja Roma Katholik. Setelah Konsili Ephesus kedua, rumah-rumah diharuskan memiliki salib. Sebetulnya salib dijadikan lambang suci jauh
sebelum ada ajaran Kristen.
Menurut "An Expository Dictionary
of New Testament Words", salib berasal dari Chaldea (Babilonia) dan
dipakai sebagai lambang dari Tammuz (huruf Tau yang disebut mistik). Di Mesir,
salib Tau digambarkan pada monumen dan dinding kuil. Dewa Mesir, Amon,
digambarkan sedang memegang salib Tau; bentuknya seperti huruf T. Salib ini
juga terdapat diantara orang Chaldea, Phoenicia dan Mexico. Diantara bangsa
Cina, salib digambar pada dinding pagoda dan lampu (lentera) untuk menerangi tempat-tempat yang paling
suci.
Di India, salib merupakan lambang suci
dan dipakai untuk menandai pot-pot tempat menyimpan air suci dan sungai Gangga.
Di bagian tengah dari India telah ditemukan 2 salib kasar
yang berasal dari suatu masa jauh sebelum Kristus.
Orang Budha dan sekte-sekte lain menandai kepala mereka dengan salib. Di Susa,
Afrika, penduduk setempat menenggelamkan sebuah salib ke salam sungai Gitche.
Wanita Kabyle, meskipun beragama Islam, mentatoo sebuah salib diantara mata mereka. Bangsa Yaricks yang menempati
daerah dari Niger sampai sungai Nil menggambarkan salib pada panji-panji.
Di Palenque, Mexico, ada kuil yang
bernama "Kuil Salib". Di dalamnya ada salib berukuran 6,5 x 11 kaki.
Mata uamg Romawi membuat gambar Yupiter sedang memegang tongkat yang diujungnya
ada salib. Perawan-perawan Vestal menggantungkan salib pada leher mereka, yang
kemudian dilakukan juga oleh para biarawati dari gereja Roma Katholik. Memang
salib selalu dikaitkan dengan Kristus, tetapi mereka yang mengetahui sejarah
dan masalah tahyul dari salib ini akan mempunyai pandangan lain. St. Ambrosius
mengatakan: "Marilah kita menyembah Kristus, Raja kita, yang pernah
tergantung pada kayu, dan bukannya menyembah kayu".
Ensiklopedia Katholik mengatakan bahwa
gereja Katholik mengenal 40 macam bentuk salib. kalau memang hanya salib
Kristus yang dipandang, mengapa ada begitu banyak bentuk salib? Pertanyaan yang
timbul adalah bagaimana bentuk salib Yesus yang sebenarnya?
Beberapa orang mengatakan bahwa Yesus
wafat pada tiang siksaan. Kata salib mengandung arti adanya dua potong kayu.
Tapi kata salib dalam Perjanjian Baru yang
berasal dari kata Yunani "stauros" berarti tiang.
Pernyataan Thomas
mengenai paku (Inggris nails, bentuk plural) yang ada pada elapak tangan Yesus
(Yoh. 20:25) memang menunjukkan bahwa Ia disalib; bila dipakukan pada satu
tiang maka kemungkinan besar hanya ada satu paku pada telapak tangan Yesus.
Lagi pula adanya kalimat yang tertera diatas kepala Yesus (Luk. 23:38)
menguatkan bahwa bentuk salib tidak perlu dirisaukan. Yang penting adalah
pengertian bahwa ada "kehidupan kekal yang diberikan Kristus melalui
pengorbananNya".
===****===
BAB
VII
KONSTANTIN
DAN SALIB
Penyembahan salib di gereja Roma Katolik
diperkuat oleh penglihatan Konstantin tentang sebuah salib, yang kemudian
disusul dengan pertobatan Konstantin. Telah menjadi kebiasaan untuk meminta
nasehat kepada dewa-dewa sebelum maju berperang. Dalam hal Konstantin, para
dewa meramalkan bhawa dia akan mengalami kekalahan. Lalu dalam penglihatannya,
ada sebuah salib dengan kata-kata “berperanglah”. Keesokan harinya, 28 Oktober
312, ia mulai berperang dan berhasil mengalahkan lawannya sehingga dia pun
bertobat.
Diakui bahwa penglihatan Konstantin
mungkin tidak benar. Andaikata Konstantin mendapat penglihatan ini dari Yesus,
mungkinkah ia menyuruh seorang kaisar kafir untuk berperang dan membunuh?
Kaisar Roma (dengan Konstantin sebagai
kepala) digambarkan sebagai binatang dalam Alkitab. Daniel (baca kitab Daniel)
melihat 4 binatang yang mewakili 4 kekaisaran yaitu: Babilon (singa),
Medo-Persia (beruang), Yunani (macan tutul) dan Roma. Yang terakhir ini
digambarkan sebagai binatang bengis yang tidak ada duanya.
Mengenai pertobatan Konstantin yang
kafir itu sesungguhnya bukan merupakan pertobatan yang menurut Alkitab. Salah
satu indikasinya adalah setelah bertobat dia melakukan pembunuhan beberapa
kali. Pernikahan pertama Konstantin dengan Minervina melahirkan seorang putra
bernama Crispus. Istri keduanya, Fausta, melahirkan 3 orang putra dan 3 orang
putri. Crispus menjadi prajurit yang perkasa dan merupakan tangan kanan
ayahnya. Tapi pada tahun 326 Konstantin membunuhnya karena bermain cinta dengan
Fausta. Sebenarnya ini merupakan cara untuk menyingkirkan Crispus, supaya salah seorang putra Fausta
bisa naik tahta.
Akan tetapi ibunda dari Konstantin
menuduh Fausta sebagai kekasih dari Crispus, yang membuat Konstantin
menenggelamkannya ke dalam air mendidih. Pada waktu yang bersamaan dia juga
membunuh keponakan dan iparnya.
Disamping melakukan banyak pembunuhan,
Konstantin juga melakukan banyak kebaikan terhadap orang Kristen. Ia
menghapuskan pengejaran dan siksaan terhadap mereka. Kebaikan-kebaikan ini
dilakukannya atas dasar kepentingan politik. Ensiklopedia Katolik menuliskan
bahwa uskup dibutakan oleh kebijakan kaisar dan menganggapnya sebagai malaikat
yang diutus oleh Tuhan; juga bahwa dia Anak Bapa yang bertahta di surga. Selama
pemerintahannya uskup-uskup dijadikan pembantu-pembantu dalam bidang politik.
Kekristenan dari Konstantin merupakan percampuran antara
kekristenan dan kekafiran. Sambil beribadah seperti orang Kristen, ia masih
memegang mantera- mantera orang kafir untuk memberkati hasil bumi dan menyembuhkan
orang sakit.
Penyembahan salib erat kaitannya dengan
kejadian yang dialami ibundanya Helena. Pada usia 80 tahun, ia mengadakan
ziarah ke Yerusalem. Menurut sebuah legenda ia menemukan 3 salib; salah satu
diantaranya adalah salib Kristus. Salib ini bisa membuat mujizat penyembuhan,
sedangkan dua lainnya tidak. Helena memang mengunjungi Yerusalem, tetapi cerita
mengenai salib yang ditemukannya muncul 114 tahun kemudian. Gagasan bahwa salib
Kristus masih ada di Yerusalem, 300 tahun setelah penyalibannya, sungguh
meragukan. Hukum Yahudi menghendaki untuk membakar salib-salib yang sudah dipakai.
Bagaimana kalau dikemudian hari salib
yang asli dari Kristus ditemukan? Tentu saja hal ini akan menarik; apakah lalu
potongan kayu ini perlu disembah? Tidak, karena salib ini sudah selesai
dimanfaatkan. Ingat ular tembaga dari Musa. Musa membuat ular dari tembaga yang
diletakkan diatas sebuah tongkat. Bila orang yang digigit ular melihat tongkat
itu, ia akan tetap hidup (Bil. 21:9). Setelah ular tembaga selesai menjalankan
fungsinya, orang Israel memperlakukannya sebagai berhala. Beberapa abad
kemudian Hiskiah menghancurkannya, karena bangsa Israel membakar dupa
dihadapannya (2 Raja 18:1-4). Atas dasar ini, tidak ada alasan untuk menyembah salib Kristus, bila kelak ditemukan
===****===
BAB VIII
RELIKWI
ROMA
Diantara semua relikwi, kayu salib yang
asli paling banyak disembah. Ditiap gereja Katolik diseluruh dunia terdapat
sepotong kayu salib dan menurut Calvin bila semua potongan kayu ini dikumpulkan bisa dibuat sebuah kapal
yang besar.
St. Paulinus berpendapat bahwa salib
Yesus yang asli tidak pernah mengecil, berapapun yang dikerat dari kayu ini.
Selain salib, benda-benda lain bekas Yesus, Maria atau Yusuf dipakai sebagai
relikwi. Misalnya mahkota duri, pakaian Yesus waktu masih bayi, perkakas Yusuf,
rambut Maria (ada yang berwarna coklat, pirang, merah, hitam), sandal Maria,
dsb. Yang mengherankan adalah nama yang diberikan kepada ibu dari Maria, yaitu
St. Anna. Padahal mengenai ibunya kita tidak tahu apa- apa dan nama inipun baru
diberikan beberapa abad yang lalu. Orang Katolik percaya bahwa rumah Maria di
Nazareth diangkut oleh malaikat-malaikat ke Loreta, Italia.
Penyembahan kepada tubuh seorang martir
diperintahkan dalam Konsili Trente, karena Tuhan telah memberikan banyak
karunia melalui orang-orang martir ini. Dan akhirnya penjualan tubuh dan tulang
orang-orang ini menjadi usaha yang besar. Pada tahun 750 kereta-kereta berisi
tengkorak dan tulang-tulang diangkut ke Roma dan dijual oleh para paus. Banyak
kuburan dibongkar untuk diambil tulangnya, tengkoraknya, dll.
Penempatan patung dan relikwi di dalam
gereja dimaksudkan untuk penyucian lahan dan gedung gereja. Ketika Nimrod,
sipenyelamat palsu dari Babilonia mati, dipotong- potong dan dikubur diberbagai
tempat; ketika dia dibangkitkan menjadi dewa matahari sehingga dia memiliki
tubuh yang baru, hal ini tentu berlawanan dengan Yesus Kristus yang telah
dinubuatkan bahwa tidak ada satu tulangpun yang akan dipatahkan (Yoh. 19:36).
Ensiklopedia Katolik mengakui bahwa
penggunaan relikwi sudah ada jauh sebelum tersebarnya agama Kristen. Tak dapat
disangkal lagi, bahwa diantara tulang-tulang ini terdapat pula tulang binatang.
Di Spanyol ada sebuah katedral yang memiliki sayap malaikat Gabriel ketika
mengunjungi Maria. Setelah diteliti ternyata sayap burung unta.
===****===
BAB IX
KESEMUAN
AGAMA
Penjualan relikwi dan indulgensia
(pengampunan) menjadi usaha yang besar dalam abad pertengahan. Pada tahun 300
Paus Bonifasius VIII memberikan indulgensi kepada mereka yang berziarah ke
gereja St. Petrus. Sekitar 2 juta orang datang dan mempersembahkan kekayaan mereka di
atas kuburannya Petrus, sehingga membuat dua orang pastor sibuk siang dan malam
menampung persembahan. Ternyata pemberian ini dipakai untuk memperkaya keluarga
paus, yaitu keluarga Gaetani, yang membeli banyak puri dan lahan di Latium. Hal
ini menimbulkan amarah orang Roma. Sejak zaman Konstantin, gereja roma mendapat
banyak kesempatan untuk memperkaya diri dengan cepat. Pada abad pertengahan
gereja memiliki banyak kota dan lahan. Orang-orang yang tinggal di negara
Katolik dituntut membayar pajak kepada gereja. Pada jaman itu hanya sedikit
orang yang dapat menulis sehingga pastorlah yang harus sering membuat kuitansi.
Bila ada orang awam yang berani membuatnya, dia akan dikucilkan.
Pengampunan/indulgensi bisa dibeli.
Menurut Ensiklopedia Katolik, dosa bisa diampuni melalui sakramen pengampunan
dosa dengan menjalankan hukuman yang bisa
dilaksanakan ketika masih hidup di api pencucian.
Pada jaman Martin Luther, dibutuhkan
banyak uang untuk pembangunan gereja St. Petrus. Untuk mengumpulkan dana,
seorang yang bernama John Tetzel ditugaskan menjual indulgensi di Jerman.
Ketika dia tiba di Jerman, sebuah Bull (dokumen resmi dari Paus) terbuat dari
beludru dan emas diarak. Semua pastor, biarawati, walikota, guru dan
murid-muridnya, dll. membentuk sebuah arak-arakan menyambut John Tetzel. Di
depan sebuah salib ditempatkan sebuah wadah untuk menampung uang hasil
penjualan indulgensi. Begitu uang dimasukkan sebuah jiwa dari api pencucian
akan dibebaskan. Orang kaya memberikan sumbangan yang banyak, tetapi yang
miskin harus berjuang mati-matian untuk mengumpulkan uang bagi jiwa yang
terhilang di api pencucian.
Misa Agung bisa sangat mahal harganya
tergantung dari pada bunga dan lilin serta jumlah pastor yang terlibat. Pepatah
Irlandia mengatakan: “Banyak uang misa agung, sedikit uang misa biasa,
tidak ada uang tidak ada misa”.
Mereka yang meninggal tanpa ada orang
yang membayar untuk mengadakan misa
tergolong “Jiwa
yang terlupakan di api pencucian”. Tiap tanggal 2 November ada peringatan untuk
jiwa-jiwa ini. Bila ada orang Katolik kelak takut akan terlupakan, ia bisa
menjadi anggota “Purgatorian Society” yang didirikan tahun 1856. Dengan
membayar kontribusi setiap tahun pada perkumpulan ini, ia mendapat jaminan
bahwa pada hari kematiannya ada orang yang mendoakan jiwanya.
Gagasan mengenai api pencucian dimulai
sekitar tahun 600, ketika Paus Gregorius Agung menyatakan adanya sebuah tempat
untuk mencucikan jiwa sebelum naik ke sorga. Pernyataan ini baru dijadikan
dogma ketika diadakan Konsili Florence tahun 1459.
Agama Budha juga mengenal api pencucian.
Banyak orang Budha Cina harus membayar untuk melepaskan sebuah jiwa dari api
pencucian. Dalam agama Zoroaster, sebuah jiwa harus melalui 12 tahap pencucian
sebelum masuk ke sorga. Pemberian uang bagi mereka yang meninggal berasal dari
dahulu kala. Orang Israel diingatkan untuk tidak memberikan uang bagi keperluan
orang mati (Ul. 26:14). Ada anggapan bahwa api diperlukan untuk menyucikan jiwa
dari dosa.
Baca Imamat 18:21; Yeremia 32:35; 2Raja
23:10. Molech diidentifikasi dengan Bel atau Nimrod. Molech disembah dengan
korban manusia, pencucian, kaul selibat dan perawan, dan pengabdian kepada yang
sulung. Moleck digambarkan sebagai patung yang mengerikan dengan api di dalamnya.
Seorang bayi dimasukkan ke dalam api itu dan agar jeritan dan tangisan ibunya
tak terdengar, genderang dibunyikan. Bahasa Inggris genderang adalah drum. Kata
lain untuk drum adalah tophim, yang berasal dari kata “tophet”, tempat yang
disebut dalam Yeremia 7:31. Sayang sekali bila ada orang yang mengira jiwa bisa
diselamatkan melalui pembayaran dan tindakan kejam. Padahal jiwa kita sudah dibayar oleh Yesus Kristus (Efesus
2:8-9).
===****===
BAB X
APAKAH
PETRUS PAUS PERTAMA?
Kepala dari gereja Roma Katolik adalah
Paus. Menurut doktrin Katolik, Paus adalah kepala gereja di dunia ini dan
menggantikan Petrus. Dikatakan pula bahwa Kristus menunjuk Petrus sebagai paus
pertama, yang kemudian pergi ke Roma dan melayani di sana selama 25 tahun. Di
dalam Alkitab tidak disebutkan bahwa Kristus mengangkat seseorang menjadi
kepala gereja. Sebaliknya Alkitab menyatakan bahwa semua anggota gereja adalah
sama dan Kristuslah kepala gereja (Efesus 5:23).
Yesus juga mengingatkan para rasul untuk
tidak menggunakan sebutan yang muluk seperti Bapa (kata paus berarti bapa),
Rabbi atau Guru. Hanya ada satu Guru, yang lainnya adalah saudara seiman (Mat.
23:4-10).
Orang Roma Katolik diajarkan bahwa
Petrus mendapat kedudukan yang tinggi berdasarkan Mat. 16:18. Ayat ini
menyatakan antara lain bahwa diatas batu karang ini akan didirikan gereja
Kristus. Kalau ayat ini ditelusuri lebih dalam akan dieproleh pengertian bahwa
Gereja tidak didirikan diatas Petrus, tapi diatas Kristus. Petrus berasal dari
kata “petros” yang artinya batu atau batu kerikil. Ketika Yesus mengatakan:
“Engkau adalah Petrus”, maksudnya Petrus adalah batu kerikil; tetapi diatas batu karang yang adalah Kristus,
akan didirikan gereja.
Batu karang=rock=petra. Petra adalah kumpulan batu karang
yang dalam hal ini merupakan kebenaran yang diucapkan Petrus ketika ia
menjawab: “Engkau adalah Kristus, Anak Bapa”. Jadi diatas kebenaran inilah
gereja akan didirikan. Petrus sendiri menegaskan Kristus sebagai dasar dari
batu karang (1Pet. 2:4-8). Ia mengatakan Kristus sebagai “Batu yang dibuang
oleh tukang-tukang bangunan, ternyata menjadi batu yang paling utama. Melalui
Yesus saja orang diselamatkan”. (Kis. 4:11-12)
Ketika Yesus berbicara mengenai Gereja
yang didirikan diatas batu karang, para rasul tidak mengartikannya bahwa Petrus
diangkat menjadi paus karena 2 bab kemudian mereka bertanya kepada Yesus
siapakah yang terbesar (Mat. 18:1). Andaikata Yesus mengajarkan bahwa Petrus
adalah orang yang diatasnya akan didirikan Gereja, tentu pernyataan “Siapakah yang terbesar” tidak akan muncul.
Bukti-bukti Alkitabiah bahwa Petrus bukan seorang paus:
1. Petrus menikah. Mat. 8:14, menyatakan bahwa
ibu mertuanya sembuh dari demam. Menurut ajaran Katolik, paus tidak boleh
menikah. Pauluspun membuat suatu pernyataan bahwa para rasul mempunyai isteri
(1Kor. 9:5)
2. Petrus tidak mengijinkan orang membungkuk
kepadanya. Ketika Petrus datang ke rumah Kornelius, Kornelius jatuh di depan
kakinya dan menyembahnya. Petrus menegurnya dan menyuruhnya berdiri sambil
mengatakan ia seorang manusia belaka (Kis. 10:25-26). Beda dengan paus, orang
membungkuk dihadapannya.
3. Petrus tidak menjajarkan tradisi dengan
Firman Tuhan. Petrus tidak mengimani tradisi leluhur (1Petrus 1:18). Kotbahnya
pada hari Pentakosta penuh dengan Firman Tuhan dan bukan dengan tradisi
manusia. Ketika orang bertanya kepadanya apa yang harus dilakukan untuk
memperoleh keselamatan. Petrus tidak mengatakan supaya percik air, melainkan
harus bertobat dan dibaptis dalam nama Yesus Kristus (Kis. 2:38)
4. Petrus
bukan seorang paus, karena dia tidak mengenakan mahkota. Ia menerangkan bahwa
mahkota kemuliaan akan diterima bila kelak Kristus datang ke dunia (1Petrus
5:4)
Dibandingkan dengan Paulus, pelayanan
Petrus tidak menonjol. Sebagai penulis Perjanjian Baru, Paulus menulis 100 bab
dengan 2325 ayat, sedangkan Petrus hanya menulis 8 bab dengan 166 ayat.
Paulus mengatakan bahwa Petrus, Yakobus
dan Yohanes merupakan tiang-tiang penopang dalam Gereja Kristus (Gal. 2:9),
akan tetapi Paulus juga mengatakan bahwa di segala bidang ia tidak merasa lebih
rendah daripada rasul-rasul utama ini (2Kor. 12:11). Bila Petrus memang seorang
paus, tentu kedudukan Paulus lebih rendah darinya.
Paulus disebut rasul orang kafir (Rom.
11:13), sedangkan pelayanan Petrus terutama diantara orang Yahudi (Gal. 2:7-9).
Bukti
ini menunjukkan bahwa Petrus bukan uskup Roma, karena Roma adalah kota orang
kafir (Kis. 18:2). Secara Alkitabiah tidak ada bukti bahwa Petrus pergi ke
Roma. Ia melakukan perjalanan ke Antiokhia, Samaria, Joppa, Caesarea dan
tempat-tempat lain. Menurut Ensiklopedia Katolik, anggapan bahwa Petrus adalah
uskup Roma selama 25 tahun (42-67) baru muncul pada abad ke 3. Hal ini
menimbulkan persoalan, karena sekitar tahun 44 Petrus berada di Yerusalem (Kis.
15). Kira-kira tahun 53, Paulus bergabung dengan Petrus di Antiokhia (Gal.
2:11). Sekitar tahun 58 Paulus menulis surat kepada orang-orang Kristen di Roma
dan mengirim salam kepada 27 orang tanpa menyebut nama Petrus. Bayangkan
seorang misionaris menulis surat ke seluruh gereja, mengirim salam kepada 27
orang yang nama-namanya disebut satu per satu, tanpa menyebut nama gembalanya?
===****===
BAB XI
ASAL-USUL
KEPAUSAN
Nimrod, raja dan pendiri Babilon, tidak
hanya merupakan pemimpin politik, tetapi juga pemimpin agama. Sejak Nimrod,
terdapat sebuah garis keturunan imam-raja yang menjadi kepala dari agama
Babilonia. Kita kenal Belshazzar yang terdapat dalam kitab Daniel. Dikisahkan
bahwa waktu itu diadakan pesta yang sebenarnya merupakan perayaan misteri
Babilonia dengan Belshazzar sebagai kepala. Mereka minum anggur dan memuja
berhala-berhala yang terbuat dari emas, perak, perunggu, besi, kayu dan batu
(Dan. 5:4). Mereka minum anggur dari cangkir-cangkir yang diambil dari Bait Tuhan di Yerusalem.
Adanya percampuran atau perzinahan ini
membuat Babilon dikutuk. Dari kota tua ini sekarang hanya tinggal puing-puing,
tidak berpenghuni dan terlantar (Yer. 50:39; 51:62). Ada sebuah jalan kereta
api dari Baghdad ke Basra yang melewati kota Babilon. Para turis datang kemari
untuk melihat puing-puing. Sekalipun kota ini sudah hancur, tetapi dasar
pemikiran agama Babilon masih ada. Ketika Roma menguasai dunia, kekafiran telah
menyebar ke berbagai bangsa, bercampur dengan sistem agama disana. Termasuk di dalamnya gagasan Imam Agung
(Pontifex Maximus).
Orang pertama di Roma yang menggunakan
titel Pontifex Maximus adalah Julius Caesar pada tahun 63 SM. Ia menjadi Imam
Agung dari agama yang misterius di Roma. Pemakaian titel Pontifex Maximus oleh
kaisar-kaisar Roma (termasuk Constantine) berlangsung sampai tahun 376. Pada
tahun itu Gratian,
karena alasan Kekristenan, menolak pemakaian titel ini, karena menganggapnya
sebagai suatu hujatan. Tetapi pada saat itu juga Uskup Roma sudah memiliki
otoritas di bidang politik, sehingga pada tahun 378 Uskup Roma, Demasus,
terpilih menjadi Pontifex Maximus kembali. Karena Roma merupakan kota
terpenting di dunia, beberapa orang Kristen mulai memandang Uskup Roma sebagai
uskup dari segala uskup dan sebagai kepala gereja. Jadi orang ini dipandang
sebagai kepala baik oleh golongan Kristen maupun kelompok orang kafir. Akhirnya
lahirlah Gereja Roma Katolik dibawah pimpinan Imam Agung yaitu Paus. Titel
Pontifex Maximus dipajang dimana-mana di Vatikan, yaitu di pintu masuk gereja
St. Petrus, diatas patung Petrus, di dalam kubah, diatas Pintu Tahun Suci, dsb.
Bagaimana mungkin seseorang bisa menjadi kepala gereja dan sekaligus kepala
dari misteri kekafiran (atau Pontifex Maximus)? Untuk itu para pemimpin gereja
berupaya menemukan adanya persamaan antara agama Kristen dan agama kafir. Yang
penting bagi mereka bisa memperoleh kekuasaan politik; kebenaran adalah
hal kedua
Salah satu persamaan adalah titel Peter.
Dalam Pontifex Maximus tersirat pula titel Peter (bahasa Chaldea), yang berarti
interpreter (= penerjemah) dari hal-hal yang misterius. Hal ini memberi peluang
untuk mengkristenkan Pontifex Maximus dengan menghubungkan “Peter” (atau
penerjemah agung dari Roma) dengan Rasul Petrus. Petrus dalam bahasa Inggris
adalah Peter. Untuk itu perlu dibuktikan dahulu bahwa Petrus pernah tinggal di
Roma. Muncullah cerita-cerita yang menyebutkan Petrus sebagai uskup pertama
dari Roma. Dengan demikian dapat dimengerti bahwa bagi orang Kristen paus
dianggap wakil dari Rasul Petrus, sedangkan untuk orang kafir paus merupakan
Peter, penerjemah hal-hal yang misterius. Rasul Petrus dikenal dengan nama
Simon Petrus. Ini artinya bahwa Roma dalam abad ke-1 memiliki seorang
penerjemah dan seorang pemimpin agama bernama Simon. Padahal yang dimaksud
dengan Simon di Roma adalah Simon, tukang sihir dari Samaria (Kis. 8:9) yang
pergi ke Roma dan mendirikan agama Kristen tiruan di sana. Ensiklopedia Katolik
menerangkan perihal Simon bahwa di Roma dia membuat banyak mujizat dengan kuasa
setan. Untuk itu ia menerima kehormatan ilahi di Roma dan di negaranya.
Percampuran lain di Roma menyangkut
masalah “kunci”. Hampir 100 tahun lamanya orang Roma percaya adanya kunci
mistik dari dewa Janus dan dewi Cybele. Agama Mithra mengakui bahwa dewa
matahari membawa dua kunci. Ketika kaisar mengatakan bahwa ia keturunan dewa
dan imam agung dari agama yang misterius, maka kunci menjadi lambang
kekuasaan. Ketika pada tahun 378 Uskup Roma menjadi imam agung, ia menjadi
pemilik kunci-kunci mistik. Lagi-lagi ada kesempatan untuk membaurkan Petrus ke
dalam cerita ini. Kristus bersabda kepada Petrus bahwa kepadanya akan diberikan
kunci kerajaan Surga (Mat. 16:19).Lima puluh tahun setelah paus dinyatakan
sebagai Pontifex Maximus, dia menjadi pemilik kunci. Yang dimaksud dengan kunci
yang diberikan kepada Petrus dan para rasul adalah berita keselamatan
yang membuat orang bisa memasuki kerajaan Tuhan.
Adanya kesalahpahaman ini membuat Petrus
sering digambarkan sebagai penjaga pintu Surga dan yang menentukan siapa yang
bisa masuk surga. Dalam mitologi Roma dewa Janus adalah juga penjaga pintu.
Dewa ini digambar dengan dua wajah, yaitu wajah muda dan wajah tua, yang
menggambarkan Nimrod yang tua dengan Tammuz yang muda sebagai titisannya. Bukan
kunci saja yang menjadi lambang dari Janus, juga ayam menjadi hal yang suci.
Mudahlah untuk menghubungkan Petrus dengan ayam, yaitu sebelum ayam berkokok,
Petrus telah menyangkal Tuhannya (Yoh.
13:27). Kata “Pontiff” dari “Supreme
Pontiff” atau Pontifex Maximus berasal dari dua kata, yaitu Pons =jembatan, dan
Facio=membuat/make. Pontifex Maximus artinya pembuat jembatan. Para imam agung
dianggap sebagai jembatan atau perantara antara kehidupan kini dan akan datang.
Busana yang mahal yang dikenakan para paus tidak berasal dari Kekristenan,
tetapi dari kaisar-kaisar Roma. Mahkota yang dipakai adalah serupa dengan yang
dikenakan dewa-dewa Asyria dan Dagon, dewa ikan. Dagon merupakan penyelamat
dari agama Babilonia. Namanya berasal dari kata dag, artinya ikan. Penyembahan
kepada Dagon dilakukan oleh bangsa Filistin (Hak. 16:21-30; 1Sam 5:5-6).
Layared dalam bukunya “Babilon and Niniveh” menerangkan bahwa bentuk kepala
ikan menjadi mitre, topi kebesaran yang dipakai paus, sedangkan bentuk tubuh
ikan menjadi jubahnya. Dalam perkembangan selanjutnya hanya mitre yang
dipakai. H.A. Ironside mengatakan bahwa paus adalah pengganti imam agung dari misteri Babilonia dan pembantu dewa
ikan, Dagon. Untuk itu dia mengenakan sebentuk cincin. Ini lalu dikaitkan
dengan pekerjaan Petrus sebagai nelayan dan tak pernah mengenakan cincin. Gereja
di Roma memiliki kursi yang pernah diduduki Petrus waktu dia berada disana.
Ensiklopedia Katolik menerangkan bahwa gambar-gambar pada bagian depan kursi
memperlihatkan mitologi binatang dan cerita Hercules. Sebuah laporan ilmiah
mengatakan bahwa kursi ini tidak mungkin berasal dari masa hidupnya Petrus.
Kursi ini dibuat pada abad 9. Mencium berhala juga merupakan bagian dari
penyembahan kepada Baal. Dekat altar utama gereja St. Petrus terdapat sebuah
patung perunggu yang besar dari Petrus. Jari-jari kakinya hampir hilang karena
begitu seringnya dicium orang. Dalam jaman Elia banyak orang membungkuk dan
mencium Baal. Tetapi Tuhan bersabda bahwa ada 7000 orang Israel yang tidak
bertekuk lutut di depan Baal dan menciumnya (1Raj. 19:18). Arak-arakan
(prosesi) sering dilakukan pula oleh orang-orang kafir. Gereja Roma Katolik
juga biasa melakukan prosesi ini. Berhala- berhala diangkut dan diarak. Juga
paus diarak dan orang-orang akan sujud menyembah bila melewati mereka
===*****===
BAB
XII
MASALAH MORAL DALAM KEPAUSAN
Kepribadian dan moral dari beberapa paus
lebih menunjang sebagai pengikut agama kafir ketimbang wakil Kristus. Paus-paus
ini melakukan perbuatan yang begitu rendah dan hina, sehingga orang yang tidak
beragama pun menjadi malu. Perkosaan, pembunuhan, mabuk, sodomi merupakan
dosa-dosa yang dilakukan mereka. Paus Sergius III (904-911) menjadi paus
melalui pembunuhan. Tulisan-tulisan mengenai gereja Roma menceritakan hubungan
paus ini dengan Marozia, dengan siapa dia memperoleh beberapa anak haram.
Seorang sejarawan mengatakan: “Selama 7 tahun orang ini…menduduki kursi St.
Petrus, sedangkan gundiknya dan ibu mertuanya hidup dalam kemewahan.” Ibu
mertua paus Sergius III bernama Theodora, bertingkah seperti Semiramis yang
bermoral rendah. Bersama dengan Marozia, dia mengubah istana paus menjadi
sarang penyamun. Paus Yohanes X (914-928) mula- mula menjadi Uskup di Ravana,
tetapi Theodora berhasil membawanya ke Roma. Uskup Liutprand dari Cremona yang
menulis sejarah 50 tahun setelah peristiwa ini, mengatakan: “Theodora menunjang
pemilihan Yohanes untuk bisa
menyembunyikan hubungan dengannya.” Pemerintahannya mendadak berakhir, karena
Morazia membunuhnya. Marozia ingin supaya Leo VI (928-929) menjadi paus. Tetapi
masa pemerintahannya pun singkat karena Marozia membunuhnya pula setelah
mengetahui bahwa dia jatuh cinta dengan wanita yang lebih rendah daripadanya.
Setelah itu anak Marozia yang masih remaja menjadi paus dengan nama Yohanes XI.
Pada tahun 955, cucu Marozia yang berusia 18 tahun menjadi paus dengan nama
Yohanes XII. Dia dituduh karena bersumpah palsu, pembunuhan, perzinahan, incest. Uskup Liutprand yang hidup dalam
masa ini menulis bahwa perempuan yang baik- baik tidak berani keluar
rumah, takut dikotori oleh paus ini.
Paus Bonifasius VII (984-985) hidup dari
uang curian. Uskup dari Orleans menggambarkannnya sebagai monster yang berenang
dalam darah dan kekotoran dan sebagai anti-Kristus yang duduk dalam bait Tuhan.
Dia mati mendadak dalam bulan Juli 985 dengan keadaan tubuh yang sangat
menyedihkan. Mayatnya dilemparkan ke bawah patung Marcus Aurelius. Esoknya dikubur
dengan tata cara Kristen. Paus Yohanes XV (985-986) membagi-bagikan uang gereja
diantara sanak saudaranya. Benedictus VIII (1012-1014) memperoleh kedudukannya
sebagai paus dengan jalan menyuap. Paus berikutnya, Yohanes XIX juga menyuap
supaya menjadi paus. Benedictus IX (1033-1045) berhasil menjadi paus pada umur
12 tahun (ada yang mangatakan umur 20 tahun), karena ada diantara sanak
saudaranya yang berkuasa di Roma. Dia melakukan pembunuhan, perzinahan,
perampokan dan akhirnya diusir dari Roma. Banyak paus telah melakukan pembunuhan, tetapi
Innocent III (1198-1216) melebihi yang lainnya. Walaupun bukan dia sendiri yang
membunuh tetapi dialah yang memerintahkan inkuisisi (= menyiksa orang-orang
yang berlawanan pendapat dengan gereja Katolik). Dia telah membunuh ± 1 juta orang. Lebih dari 500 tahun para
paus melakukan inkuisisi untuk mempertahankan kedudukan mereka. Pada tahun 1302
paus Bonifasius menegaskan bahwa gereja Katolik Roma adalah satu-satunya gereja
yang benar dan bahwa di luar gereja tidak ada keselamatan (Unan Sanctum).
Karena itu semua orang wajib tunduk kepada aturan Roma. Bagaimana kalau paus
melakukan dosa yang nyata? Pengajaran Katolik mengatakan bahwa paus yang
berdosa tetap harus diperlakukan sebagai pendosa. Meskipun demikian kita wajib taat
kepadanya.
Pada salah satu jalan raya yang menuju
ke gereja St. Petrus ada sebuah patung dari paus perempuan. Tak seorang paus
pun mau melewati jalan tersebut, karena patung tersebut sungguh memalukan.
Akhirnya patung ini disingkirkan oleh Paus Sixtus V. Walaupun Ensiklopedia
Katolik menganggap cerita Paus Joan sebagai dongeng belaka, tetapi dapat
diringkas sebagai berikut: “Setelah Leo IV (847-855) menduduki tahta kepausan
selama 2 tahun 7 bulan dan 4 hari tersingkap bahwa dia seorang wanita. Ketika dia
masih gadis, dia dibawa oleh pacarnya ke Athena dengan berpakaian seperti
laki-laki. Dia pandai sekali dan pergi ke Roma. Disitu dia mengajar dan menarik
perhatian banyak orang laki-laki dan akhirnya diangkat menjadi paus. Kemudian
dia hamil, dan ketika ada prosesi dari gereja St. Petrus ke Lateran, dia
melahirkan dan seketika itu juga meninggal.” Dalam masa pemerintahan Clement
VII (1592-1595) paus perempuan ini diubah namanya menjadi Paus Zacharias.
===****===
BAB XIII
APAKAH
PAUS BEBAS DARI KESALAHAN (INFALLIBLE) ?
Banyak paus menyatakan bahwa mereka
tidak bisa berbuat salah (infallible). Infalibilitas ini menjadi suatu doktrin
dalam sistem Romawi. Bila infalibilitas ini merupakan suatu doktrin, mengapa
ada begitu banyak pertentangan antara para paus? Beberapa paus seperti
Virilinus, Innocent III, Clement IV, Gregory XI, Hadrian VI, dan Paulus IV
menolak doktrin infalibilitas ini. Akhirnya Konsili Vatikan 1670 memutuskan:
bila kepala gereja Roma sedang berbicara sebagai pastor atau guru Kristen,
mereka memiliki kuasa untuk tidak dapat mengucapkan kata-kata yang salah.
Tersebar cerita bagaimana paus menentang sesama paus, seperti bagaimana Paus
Stephanus VI (896-897) membawa kasus Paus Formosa (891-896) ke pengadilan.
Sebetulnya paus ini telah meninggal 8 bulan sebelumnya. Agar pengadilan bisa
berlangsung tubuhnya diangkat dari kubur dan didudukkan diatas tahta. Dihadapan
sekelompok uskup dan uskup agung dia dikenakan pakaian kebesaran, mahkota dan
tongkat kebesaran. Bau mayat tercium di ruang pengadilan. Kemudian Paus
Stephanus maju ke depan dan mengajukan beberapa pertanyaan. Tentu saja si mayat
tidak dapat menjawab. Dengan demikian dia dinyatakan bersalah dan pakaian
kebesarannya diambil darinya dan mayat ini dibuang ke sungai Tiber. Masih
banyak kejadian di masa lalu yang menunjukkan adanya pertentangan antara paus
yang satu dengan paus yang lainnya. Para paus memberikan kepada dirinya
sebutan-sebutan seperti “Tuhan Yang Mahasuci”, “Kepala Gereja Dunia”, “Imam
Agung”, “Mulut Yesus Kristus”, dan sebagainya. Kira-kira pada tahun 1612,
Andreas Helwig mengatakan dalam bukunya Roman Anti-Christ, bahwa “Wakil Kristus
memiliki nilai angka 666.” Dalam bahasa Latin, wakil Kristus adalah Vicarius
Filii Dei. Huruf I = 1, L = 50, V = 5, C = 100 dan D = 500. Bila sebutan tadi
dijumlahkan akan menghasilkan 666 (angka setan). Menurut Hisop, nama semula
dari Roma adalah Saturnia, artinya kota Saturn. Dalam bahasa Chaldea disebut
STUR. S = 60, T = 400, U = 6, R = 200, jumlahnya = 666. Bahasa Yunani untuk
Latainos (Latin) berjumlah 666. L = 30, A = 1, T = 300, E = 5, I = 10, N = 50,
O = 70, S = 200. Latin merupakan bahasa Roma jaman dulu. Kata ini juga berarti
“Latin man” atau Romulus, darimana berasal kata Roma.
Dalam bahasa Ibrani, Romiith berjumlah 666. Tidak seperti
bahasa Yunani dan Latin, bahasa Roma hanya
menggunakan 6 huruf untuk angka, yaitu:
D = 500
C = 100
Huruf M yang bernilai 1000 sebetulnya berasal dari huruf
C.
L = 50 Berubah menjadi sama dengan M.
X = 10
V=5
I =1______________+
666
Dalam Perjanjian Lama (1Raj. 10:14) kita
baca Raja Sulaiman tiap tahun menerima 666 talenta emas. Kekayaan ini justru
menyesatkannya. Dalam Perjanjian Baru huruf Yunani Auporia (kekayaan) berjumlah
666. Kekayaan dan tradisi merupakan dua faktor yang merusak gereja Roma.
===****===
BAB
XIV
SIKSAAN YANG TIDAK BERPERIKEMANUSIAAN
(The Inhuman Inquisition)Dalam abad pertengahan terjadi begitu banyak pelanggaran
di gereja, sehingga tidak mengherankan bila timbul protes di mana-mana.
Diantaranya adalah dari orang-orang kudus yang menolak pengajaran sesat dari
paus. Mereka lalu disebut “penyesat” dan dikejar oleh gereja Roma Katolik.
Salah satu perintah pengajaran adalah “ad exstirpanda” yang dikeluarkan oleh
Paus Innocent IV pada tahun 1525. Isi perintah tersebut adalah supaya
penyesat-penyesat ini dilenyapkan, karena mereka ular berbisa. Untuk
melenyapkan mereka diijinkan supaya diadakan penyiksaan terhadap para penyesat.
Perintah “ad exstirpanda” diperbaharui
dan diperkuat oleh beberapa paus, yaitu Alexander IV (1254-1261), Clement V
(1265-1268), Micholas IV (1288-1292), Bonifasius VIII (1294-1303), dll.
Mula-mula orang yang dianggap penyesat dikucilkan dari gereja. Kalau dalam
setahun, dia tidak kembali ke gereja, maka dia boleh disiksa. Inkuisisi menimbulkan peperangan di
beberapa kota. Dalam tahun 1209 kota Beizers diduduki
oleh orang-orang yang oleh Paus dijanjikan apabila mereka mau terlibat dalam pengejaran
orang-orang tersesat akan langsung bisa masuk ke sorga. Tanpa harus melalui api
penyucian. Dilaporkan bahwa ada 60.000 orang dilenyapkan dengan pedang. Darah
membanjiri jalan-jalan. Dalam pembunuhan masal di Merindol, 500 wanita
dimasukkan ke dalam gudang yang kemudian dibakar. Kalau ada yang berani
melompat dari jendela, maka ujung tombak sudah menghadang mereka.
10.000 Hugenot (Protestan) dibunuh dalam
pembunuhan masal berdarah di Paris pada hari St. Bartholomeus, tahun 1572. Raja
Perancis mengadakan misa sebagai ucapan syukur begitu banyak penyesat
dilenyapkan. Untuk menyatakan terima kasih atas kejadian ini, Paus Gregorius
XIII pergi ke gereja St. Louis. Sebagai tanda peringatan akan peristiwa ini
dibuatkan sebuah mata uang.
===***===
BAB XV
MENJADI
TUAN ATAS ANAK-ANAK TUHAN
Dalam hirarki kepangkatan, sekelompok
uskup agung menduduki urutan kedua setelah paus. Kristus menempatkan adanya
rasul, nabi, penginjil, penggembala dan guru dalam gerejaNya (Ef. 4:11); tidak
disebutkan adanya uskup agung. Sesungguhnya kelompok uskup agung ditemukan
dalam agama orang kafir di Roma, jaug
sebelum masa Kristen.
Para pendeta dari Roma kuni merupakan
imam dari dewa Janus, dewa dari pintu dan engsel. Janus adalah “the god of
beginings”. Dari namanya muncul nama Januari (bulan pertama) dan janitor
(bahasa Inggris) yang berarti penjaga pintu.
Kata kardinal berasal dari kata Katin ,
cardo yang berarti engsel; jadi para kardinal merupakan anggota-anggota utama
dalam organisasi gerejani. Pakaian yang dikenakan mereka berwarna merah.
Alkitab menyebut adanya putera-putera raja Babilon yang berpakaian merah (Yeh.
23:14-15). Dari zaman purbakala, warna merah selalu dikaitkan dengan dosa. Para
imam dari zaman kafir dikenal sebagai ‘flamens’. Kata ini berasal dari flare, yang berarti orang yang
menyalakan api suci.
Urutan ketiga dari atas dalam hirarki gereja Katolik
adalah uskup. Banyak orang beranggapan bahwa
uskup adalah hamba Tuhan yang berkedudukan tinggi dan yang mempunyai otoritas
terhadap sekelompok hamba Tuhan lainnya dan beberapa gereja. Menurut alkitab semua hamba Tuhan disebut uskup?.
Rasul Paulus menitahkan Titus untuk
mengangkat tua-tua di tiap kota (Titus 1:3) dan dalam ayat 7 dikatakan
bahwa tua-tua ini adalah uskup (bishop).
Baca Kis. 20:17, 28…kata ‘overseers”
bisa diterjemahkan sebagai bishop. Kata imam (priest) sebetulnya boleh dipakai
oleh setiap
orang Kristen dan tidak hanya ditujukan untuk pemimpin-pemimpin gereja. Petrus
mengingatkan agar para hamba Tuhan jangan menjadi ‘tuan atas anak-anak Bapa”.
Semua orang yang dosanya sudah dihapuskan oleh darah Yesus adalah “imam dari
Tuhan”, “imam dari Raja” (Why. 1:6;
1Pet. 2:9). Tuhan Yesus mengingatkan kepada kita untuk tidak menyebut bapa
kepada siapapun di dunia (Mat. 23:19-21). Gereja Katolik roma memakai sebutan
monsignor yang berarti “tuanku”. Adapula sebutan seperti “yang mulia”. Apapun
sebutannya tidak boleh dipakai manusia., melainkans segala kemuliaan ditujukan
kepada Tuhan.
===***===
BAB XVI
IMAM YANG TIDAK MENIKAH
“Roh Tuhan dengan tegas mengatkan bahwa dimasa-masa yang akan datang, sebagian orang akan murtad, mengingkari Kristus….Mereka mengajar orang untuk tidak kawin” (1Tim. 4:1-3). Orang-orang Kristen pertama menyadari bahwa penyembahan dewa-dewa merupakan penyembahan kepada iblis (1Kor. 10:19, 21). Paulus mengingatkan “doktrin-doktrin dari iblis” yangberasal dari misteri kekafiran. Khususnya disebutkan adanya doktrin “untuk tidak menikah”. Doktrin ini ditujukan kepada imam-imam untuk menjalankan hidup selibat (tidak menikah). Hislop mengatakan bahwa imam yang tidak menikah merupakan anggota tertinggi dalam organisasi yang dipimpin ratu Semiramis.
Tidak semua bangsa memberlakukan
larangan untuk tidak menikah; seperti di Mesir para imam diperkenankan untuk
menikah. Doktrin ‘tidak menikah’ , yang hendak mempertahankan kesucian ini
mempunyai dampak buruk pula. Ketika masalah selibat sudah mapan di gereja roma,
Paus Paulus V melarang adanya rumah-rumah pelacuran di Roma. Larangan ini
ditentang oleh Senat Roma, dengan alasan bahwa rumah pelacuran ini justru
menghindari kemungkinan jatuhnya para isteri, anak perempuan ke tangan para
imam. Pada masa itu di Roma yang berpenduduk tidak lebih dari 100.000 orang
terdapat sekita 6.000 pelacur. Para sejarawan menceritakan bahwa “semua imam
mempunyai gundik dan semua biara menyandang nama buruk”. Ketika sebuah kolam
ikan di dekat sebuah biara diperintahkan untuk dikeringkan oleh Paus Gregory, pada dasar kolam itu
ditemukan lebih dari 6.000 tengkorak bayi.
Menurut Kardinal Peter D’Ailly pada
zaman itu menjadi biarawati merupakan bentuk lain dari pelacuran. Pada abad
ke-9 St. Theodore Studita bahkan melarang pemeliharaan hewan betina dalam
biara. Pada tahun 1477 kehidupan malam di sebuah biara di kota Kercheim lebih
buruk dari pada sebuah rumah pelacuran biasa. Para imam dikenal sebagai suami
dari semua wanita. Seorang uskup Jerman mengharuskan setiap imam yang mempunyai
piaraan dan anak untuk membayar pajak. Ternyata ada 11.000 wanita yang dipiara.
Tidak ada aturan dalam Alkitab yang
mengharuskan seorang hamba Tuhan untuk tidak menikah. Para rasul menikah (1Kor.
9:5) dan seorang uskup haruslah mempunyai seorang isteri (1Tim. 3:2).
Ensiklopedia Katolik pun mengakui bahwa dalam Perjanjian Baru tidak adak
keharusan untuk tidak menikah bagi para rasul. Ketika doktrin selibasi mulai
diajarkan, kebanyakan imam berstatus menikah. Timbul pertanyaan apakah seorang
imam boleh menikah lagi bila isterinya meninggal? Tahun 315 Konsili
Neo-Caesarea mengeluarkan peraturan yang melarang para imam untuk menikah.
Pengakuan dosa juga merupakan masalah
tersendiri. Ensiklopedia Katolik menerangkan bahwa hanya Tuhan yang bisa
mengampuni dosa. Kuasa pengampunan juga diberikan kepada para imam. Ayat-ayat
dalam Yoh. 20:22-23 diinterpretasikan bahwa seseorang imam bisa mengampuni atau
menolak pengampunan dosa. Untuk menilai sebuah dosa, sipengaku dosa diharuskan
menceritakan secara terinci riwayat dosanya (menurut Konsili Trente). Alkitab
membenarkan adanya pengakuan dosa, tapi bukan kepada imam yang tidak menikah.
“Sebab itu, hendaklah saudara saling mengakui kesalahan…”(Yak, 5:16). Pengakuan
inilah yang dibenarkan oleh Alkitab. Ketika Petrus jatuh ke dalam dosa, ia
mengakuinya kepada Tuhan dan dosanya diampuni; ketika Yudas mengkhianati Yesus, ia mengakuinya kepada sekelompok
imam dan akhirnya dia bunuh diri (Mat. 27:3-5).
Gagasan mengenai pengakuan dosa kepada
seorang imam berasal dari Babilon, bukan dari Alkitab serta tersebar ke
berbagai penjuru dunia. Hitam merupakan warna dari busana yang dipakai imam gereja
Roma Katolik dan beberapa gereja Protestan. Apakah Yesus dan rasul-rasulNya
juga mengenakan busana hitam? Berabad-abad lamanya, warna hitam dikaitkan
dengan dengan kematian. Alkitabmenyebutkan beberapa imam Baal berpakaian hitam.
Baca Zef. 1:4, dimana terdapat istilah chemarims yang berarti imam berbusana
hitam. Praktek tonsure juga dilakukan gereja Katolik. Tonsure adalah mencukur
bagian atas kepala hingga merupakan sebuah bulatan. Gereja purba tidak mengenal
tonsure. Menjelang abad ke-6, tonsure merupakan hal yang biasa dilakukan.
Konsili Toledo mengharuskan semua imam mempunyai tonsure. Sekarang di beberapa
negara tonsure
sudah dihapuskan. Budha mencukur kepalanya, imam-imam Osiris di Mesir dikenal
dari kepala mereka yang botak. Di Roma dipakai tonsure yang berbentuk bulat.
Mengapa bulat? Mungkin jawaban ini kurang tepat, tetapi ditemukan bahwa tonsure
dilakukan imam-imam Mithra. Tonsure menyerupai bulatan matahari. Kebiasaan
mencukur rambut kepala sudah dikenal pada zaman Musa, dan hal ini tidak boleh
dilakukan oleh para imam (Imamat 21:5).
===***===
BAB
XVII
MISA
Apakah imam
memiliki kuasa untuk mengubah roti dan anggur menjadi tubuh dan darah Kristus?
Ensiklopedia Katolik mengatakan bahwa perubahan ini disebut transubstansi,
karena substansi roti dan anggur berubah menjadi tubuh dan darah Kristus.
Kepercayaan ini didasarkan pada Mat. 26:26-28, dimana Yesus setelah memberkati
roti dan anggur mengatakan: “Makanlah; inilah TubuhKu” dan “Minumlah; inilah
DarahKu”. Apakah kalimat-kalimat ini harus diartikan secara harafiah? Bila ya, tentu akan menimbulkan banyak persoalan. Ketika Yesus memberkati roti dan anggur,
tentu saja tidak berubah wujudnya. Yesus sendiri
ikut minum dari cawan anggur; sudah barang tentu Ia tidak meminum darahNya
sendiri. Bila anggur betuk berubah menjadi darah, justru menjadi tidak
diperbolehkan untuk meminumnya (Ul. 12:16; Kis. 15:20). Menurut Konsili Trente,
kepercayaan akan transubstansi ini menjadi dasar untuk keselamatan dan
terkutuklah mereka yang menolaknya. Menurut
doktrin Katolik, selama misa berlangsung terjadi pembaharuan dari pengorbanan
Kristus di kayu salib. Dan ini harus diulangi setiap hari. Karena unsur roti dan anggur berubah menjadi tubuh dan
darahNya, maka Kristus betul-betul hadir secara substantif. Padahal pengorbanan
Kristus untuk dosa-dosa manusia diatas kayu salib adalah sekali dan untuk
selama-lamanya (Ibr. 10:1-14). Setelah roti berubah menjadi tubuh Kristus, imam
menempatkannya ke dalam monstrans dan orang-orang Katolik akan bersujud di
hadapannya. Perbuatan ini berasal dari bangsa kafir yang menyembah benda-benda
mati yang dianggap mempunyai nyawa. Di Mesir memberkati sebuah kue dan setelah itu dianggap menjadi daging
dari dewa Osiris. Di Meksiko dan Amerika Tengah juga terdapat kebiasaan memakan
daging dari ilah mereka. Menurut Hislop, gagasan memakan daging dari dewa berbau
kanibal. Imam- imam Baal diharuskan makan daging manusia. “Cahna Bal” artinya
“imam Baal”. Pengertian ini kemudian menjadi dasar dari istilah kanibal. Selama misa berlangsung, umat Katolik maju ke
depan untuk menerima hosti yang sudah berubah menjadi tubuh Kristus. Kata ini
berasal dari bahasa Latin yang artinya “korban”. Menurut Ensiklopedia Katolik,
hosti ini telah menghasilkan banyak mujizat, a.l. perubahan hosti menjadi batu
dan pengeluaran darah oleh hosti. Bentuk hosti adalah bundar. Padahal ketika
Yesus memecahkan roti, bentuk pecahannya pasti tidak bundar. Memecahkan roti
sebenarnya mengandung pengertian bahwa tubuh Yesuslah yang dipecah-pecah atau
diremukkan. Bentuk bundar ini merupakan lambang matahari. Demikian juga orang
Katolik menyembah monstrans. Diatas altar gereja St. Petrus terdapat pajangan
berbentuk matahari. Juga di gereja-gereja yang lain terlihat adanya pajangan
semacam ini. Yang menarik adalah di kuil Babilon dipajang pula bentuk matahari
dari emas. Bentuk-bentuk bundar sering tampak diatas pintu masuk gereja. Di
Mesir orang juga menempatkan bentuk-bentuk bundar diatas pintu masuk sebuah
kuil untuk menghormati dewa matahari dan mengusir roh jahat. Jendela bundar
yang ada diatas pintu masuk sering disebut jendela “roda” juga. Roda ini
merupakan lambang dari matahari. Orang berpikir matahari sebagai kereta yang
besar yang dikendarai oleh dewa matahari yang tiap hari mengadakan perjalanan
di surga dan dunia bawah. Ketika bangsa Israel mencampuri agama Baal kedalam
penyembahan, mereka juga mengenal kereta-kereta matahari (2Raj. 23:4-11).
Gereja Roma
Perjamuan terakhir bersama Yesus diadakan pada malam hari. Orang-orang Kristen
pertama juga mengadakan perjamuan pada malam hari. Kemudian perjamuan ini
diadakan pada pagi hari. Seperti diketahui dalam mithraisme upacara keagamaan
diadakan di pagi hari sehubungan dengan terbitnya matahari. Sejauh mana
pengaruh mithraisme terhadap agama Kristen (Katolik dan Protestan) tidak jelas,
hanya kita tahu bahwa ada kebiasaan mengadakan perjamuan di pagi hari. Di
Gereja Katolik biasanya orang berpuasa dulu sebelum menerima komuni. Tentu saja
alkitab mengenal puasa diantara orang-orang Kristen. Puasa yang sejati harus
keluar dari hati dan bukan diatur oleh manusia.
===***===
BAB
XVIII
TIGA HARI DAN TIGA MALAM
Kebanyakan orang
beranggapan bahwa Yesus wafat pada hari Jumat Agung dan bangkit dari
kematiannya pada pagi hari Minggu Paskah. Karena Yesus bersabda bahwa Ia akan
bangkit “pada hari ketiga”, maka beberapa orang menghitung Jumat sebagai hari
pertama, Sabtu hari kedua, dan Minggu sebagai hari ketiga. Dalam “hari ketiga”
terkandung pula pengertian bahwa “bagian” dari satu hari dihitung sebagai satu
hari. Dalam Jewish Encyclopedia dikatakan bahwa hari pemakaman merupakan hari
pertama dari ketujuh hari dukacita, walaupun pemakaman tersebut berlangsung
pada sore hari. Secara alkitabiah “hari ketiga” memberi pengertian tiga hari
dan tiga malam. Baca Kej. 1:4-13. Disitu dikatakan bahwa Tuhan memisahkan
terang dari gelap dan menyebut terang itu siang dan gelap sebagai malam. Senja
(gelap) dan pagi (terang) sebagai hari pertama…dan senja (gelap) dan pagi
(terang) sebagai hari kedua…dan senja berikutnya (tiga malam) dan pagi
berikutnya (tiga hari) merupakan hari ketiga. Dari contoh ini dapat disimpulkan
bahwa “hari ketiga” berarti tiga hari dan tiga malam. Ada duabelas jam dalam
satu hari dan duabelas jam dalam satu malam (Yoh. 11:9-10) dan ini berarti tiga
hari dan tiga malam sama dengan tujuh puluh dua jam. Yesus berada dalam kuburan
tiga hari dan tiga malam dan bangkit “setelah tiga hari” (Mark. 8:31). Akan tetapi dalam
Yoh. 2:19 dikatakan bahwa Ia bangkit “dalam tiga hari”, yang berarti waktunmya
tidak lebih dari tujuh puluh dua jam. Hal ini mungkin agak membingungkan. Kita
tahu bahwa Tuhan kita adalah Tuhan yang tepat, sehingga masuk akallah bila
waktunya adalah tepat tujuh puluh dua jam. Dengan demikian dapat diartikan
bahwa kebangkitan Yesus terjadi pada waktu yang sama seperti waktu wafat-Nya
dengan jarak tiga hari. Yesus mati sesaat setelah “jam ke sembilan” atau pukul
tiga sore (Mat.27:46-50). Mohon dibaca Yoh.19:31-33, Mark.15:42, Luk.21:23, dan
Yoh.19:38-42. Disitu diceritakan mengenai wafat dan pemakaman Tuhan Yesus.
Bila kebangkitan
terjadi pada waktu yang sama seperti waktu wafat Yesus, dengan jarak waktu tiga
hari, maka kebangkitan terjadi saat matahari terbenam, bukan pada waktu
matahari terbit. Mereka yang datang ke kuburan tidak menyaksikan kebangkitan
Yesus (Mark.16:2). Dalam Yoh.20:1-2 dikatakan bahwa Maria Magdalena datang ke
kuburan ketika “hari masih gelap” pada hari pertama dan tidak menemukan Yesus.
Dalam Mat.28:6, dan Luk.24:1-2,dst. Dikatakan bahwa para rasul tidak menemukan
Yesus di dalam kuburan karena Ia telah bangkit. Pada hari Minggu pagi Yesus
telah bangkit, yaitu sesaat sebelum matahari terbenam sehari sebelumnya. Bila
dihitung tiga hari dan tiga malam sebelum hari Minggu, maka Rabu menjadi hari
wafat-Nya Tuhan Yesus. Karena Yesus disalibkan sehari sebelum hari Sabat, dapat
dimengerti mengapa banyak orang mengira bahwa Jumat merupakan hari penyaliban- Nya.
Tetapi hari Sabat ini bukan merupakan Sabat Mingguan, melainkan Sabat Tahunan.
“…apalagi kali ini
Sabat itu Hari Raya yang khusus” (Yoh.19:14,31).Sabat ini bisa jatuh pada hari
apa saja dan pada peristiwa ini Sabat Tahunan jatuh pada hari Kamis, sehingga
pada pekan ini ada dua hari Sabat yaitu Kamis dan Sabtu. Bandingkan
Mark.16:1dengan Luk.23:26. Mark.16:1 mengatakan bahwa kedua wanita membeli
rempah-rempah setelah hari Sabat, sedangkan dalam Luk.23:56 dijelaskan bahwa
rempah-rempah disiapkan sebelum hari Sabat. Dapat disimpulkan adanya dua macam Sabat dalam pekan itu.
===***===
BAB
XIX
IKAN,
HARI JUMAT DAN PESTA MUSIM SEMI
Kita sudah mempertanyakan apakah Jumat
merupakan hari penyaliban Kristus atau bukan? Diketahui pula bahwa masih banyak
orang Katolik yang tidak makan daging, melainkan ikan pada hari Jumat. Kata
“Friday” berasal dari nama “Freya”, dewi perdamaian, kesukaan, dan kesuburan.
Lambang kesuburan adalah ikan. Bagi bangsa-bangsa Cina, Assyria, Phoenisia ,
Babilonia, dll. Ikan memang merupakan lambang kesuburan. Di Roma dewi kesuburan
seksual adalah Venus. Hari Jumat dipersembahkan kepadanya, karena orang percaya
bahwa planet Venus memerintah pada jam pertama dari hari Jumat. Untuk melengkapi
keyakinan ini maka ikan juga dipersembahkan kepada dewi Venus. Ikan juga
dipandang suci bagi dewi Ashtoreth yang pernah disembah oleh bangsa Israel. Di
Mesir, Isis digambarkan dengan ikan diatas kepalanya.
Dalam King James Version, kata “Easter”
muncul sekali yaitu dalam Kis. 12:4 “…intending after Easter to bring him forth
to the people”. Kata Easter disini diterjemahkan dari kata Yunani pascha yang
berarti passover (Paskah). Easter berasal dari nama dewi pembangkit terang dan
musim semi. Easter merupakan bentuk mutakhir dari Eostre, Ostera, Astarte, atau
Isthar. Telur merupakan lambang yang kudus bagi bangsa Babilonia yang
mempercayai cerita berikut ini: sebuah telur besar jatuh dari surga ke sungai
Euphrates. Dari telur ini keluarlah dewi Astarte (Easter). Dalam Encyclopedia
Britanica “telur sebagai lambang kesuburan dan pembaharuan berasal dari Mesir
dan Persia yang mempunyai kebiasaan untuk mewarnai telur dan memakannya selama
pesta musim semi.” Dimasukkannya kelinci dalam pesta Paskah juga berkaitan
dengan masalah kesuburan, karena kelinci merupakan lambang kesuburan.
Tidak jarang orang Kristen mengadakan
kebaktian pagi sebelum matahari terbit untuk menghormati Kristus yang bangkit
pada hari Minggu pagi sebelum matahari terbit. Sebetulnya telah diketahui pula
bahwa ada kebaktian matahari terbit sebagai bagian dari penyembahan kepada dewa
matahari. Tentu saja tidak dikatakan bahwa kebaktian Paskah di pagi hari
merupakan penyembahan kepada matahari. Dari sini dapat disimpulkan terjadinya
percampuran antara Firman Tuhan dan cara-cara Babilonia. Upacara-upacara yang
berkenaan dengan terbitnya matahari dilakukan oleh berbagai bangsa kuno, di
Jepang, di atas Gunung Fuji, banyak orang berdoa kepada terbitnya matahari.
Dewi musim semi, Easter, dikaitkan dengan terbitnya matahari disebelah timur
(east). Rupanya nama Easter berasal dari eas –e
Menurut sebuah legenda, setelah Tammuz
dibunuh dia turun ke dunia bawah. Melalui tangisan ibunya, Isthar (Easter), dia
bangkit kembali di musim semi. Setelah itu tiap tahun laki-laki dan perempuan harus berduka
cita dengan Ishtar atas kematian Tammuz dan merayakan kebangkitan dewa mereka
agar memperoleh berkat dari Ishtar. Ini dihubungkan dengan tumbuhnya dedaunan
dan pepohonan di musim semi dan berakhirnya musim dingin. Menurut sebuah
legenda, Tammuz dibunuh oleh seekor babi liar ketika dia berusia 40 tahun.
Menurut Hislop, tiap tahun orang menangisi Tammuz selama 40 hari. Selain
menangis orang harus berpuasa dan menyucikan dirinya supaya Tammuz senang dan
memberkati bumi dengan musim semi. Dalam agama Katolik, orang juga
berpuasa sebelum merayakan hari Paskah.
===***===
BAB XX
PESTA
MUSIM DINGIN
Christmas (hari Natal) 25 Desember,
dijadikan hari peringatan kelahiran Tuhan Yesus. Benarkah Kristus lahir pada
tanggal ini? Apakah Christmas bukan merupakan percampuran antara kekafiran dan
Kekristenan? Christmas terdiri dari dua kata, yaitu Christ (Kristus) dan Mass
(misa). Dari sini saja sudah dapat dilihat adanya percampuran. Kehidupan dan
pelayanan Kristus sebenarnya tidak rumit bila dibandingkan dengan tata cara
keagamaan gereja Roma Katolik. Kelahiran Kristus pada tanggal 25 Desember cukup
beralasan untuk diragukan. Ketika Yesus lahir, gembala-gembala ada di padang
rumput sedang menjaga domba-domba mereka (Luk.
2:8).
Adam Clarke mengatakan : “Karena
gembala-gembala ini belum memasukkan domba-dombanya ke kandang, maka
diperkirakan bahwa bulan Oktober belum tiba. Dengan demikian Tuhan kita tidak
lahir pada tanggal 25 Desember”. Walaupun Alkitab tidak menyebutkan tanggal
kelahiran Yesus, tetapi dapat diperkirakan bahwa Ia lahir di musim gugur. Kita
tahu bahwa Yesus disalibkan pada musim semi, di waktu Paskah (Yoh. 18:39),
sedangkan masa pelayananNya berlangsung 3,5 tahun lamanya, maka dapat
disimpulkan bahwa pelayananNya dimulai pada musim gugur. Ketika itu Ia berusia
30 tahun (Luk. 3:23); usia ini merupakan usia dimana seseorang bisa diangkat
dengan resmi menjadi pelayan (Bil. 4:3). Bila pada musim gugur Dia berusia 30
tahun, maka kelahiranNya adalah dalam musim gugur pula.
Menjelang kelahiran Yesus, Yusuf dan
Maria pergi ke Bethlehem untuk membayar pajak (Luk. 2:1-5). Tidak ada catatan
yang menunjukkan bahwa pembayaran pajak dilakukan di tengah musim dingin. Lebih
masuk akal apabila dilakukan di musim gugur, pada akhir musim panen.
Orang-orang Kristen pertama memperingati justru wafat Kristus (1Kor. 11:26),
bukan kelahiranNya. Ensiklopedia Katolik mengatakan: “Natal sebenarnya tidak
termasuk pesta-pesta gereja. Irenaeus dan Tertullian menghapuskannya dari
daftar pesta”. Ketika di kemudian hari gereja-gereja mulai merayakan kelahiran
Kristus, timbullah perbedaan pendapat mengenai tanggalnya. Akhirnya abad ke-5
ditetapkan bahwa 25 Desember adalah hari kelahiran Kristus, meskipun hari ini
adalah pesta orang Romawi untuk merayakan kelahiran Sol, nama dewa matahari.
Pesta musim dingin ini disebut “The Nativity” – “Nativity of The Sun”.
Beberapa orang menyangka Yesus sebagai
Sol, dewa matahari. Tertullian harus meyakinkan bahwa Sol bukan Tuhan dari
orang Kristen; juga Agustine membantah identifikasi Kristus dengan Sol.
Tertullian menyebutkan bahwa tukar menukar hadiah merupakan bagian dari
Saturnalia (= kekafiran Romawi). Tidak salah untuk memberi hadiah kepada orang
lain. Orang Israel juga saling memberi hadiah kepada orang lain. Orang Israel
juga saling tukar hadiah pada perayaan tradisional (Est. 9:22). Tetapi banyak
orang mengaitkan hadiah Natal dengan pemberian orang Majus kepada bayi Yesus.
Padahal orang Majus tiba ketika Yesus tinggal di rumah (Mat. 2:9- 11), bukan
waktu masih berbaring di atas palungan. Pohon Natal baru dikenal beberapa abad
yang lalu. Sebuah dongeng Babilonia menceritakan bahwa sebuah evergreen tree
(pohon cemara) tumbuh dari batang yang mati. Batang tua ini melambangkan Nimrod
yang mati, evergreen tree yang baru melambangkan hidupnya kembali Nimrod dalam
diri Tammuz. Sekurangnya 10 kali dalam Alkitab disebutkan bahwa pohon hijau
dikaitkan dengan penyembahan berhala (1Raj. 14:23). Baca Yer. 10:3-4 mengenai
kebiasaan orang menghias pohon. Dalam abad ke-6 ada beberapa misionaris pergi
ke Eropa Utara. Mereka menemukan bahwa 24 Juni merupakan hari yang istimewa
bagi orang-orang ini. Para misonaris mulai berpikir untuk mengKristenkan
tanggal ini. Karena 24 Juni adalah 6 bulan sebelum 25 Desember, maka mereka
memutuskan untuk menjadikan 24 Juni sebagai hari kelahiran Yohanes Pembaptis.
Yohanes lahir 6 bulan sebelum Yesus (Luk. 1:26, 36). 15 Agustus yang merupakan
hari yang dikuduskan untuk menghormati Isis atau Diana, dijadikan “hari Maria
diangkat ke surga”. Sampai sekarang tanggal ini masih dirayakan. Tanggal 2
Februari merupakan “hari penyucian Maria”. Menurut hukum Musa, sehabis
melahirkan anak laki-laki, seorang ibu dianggap kotor selama 40 hari (Im. 12).
Karena 25 Desember merupakan hari kelahiran Kristus, cocoklah bila 2 Februari
dijadikan hari penyucian Maria. Selain alasan ini, di Roma pada jaman dulu
orang membawa obor dan lilin untuk menghormati Februa. Nama Februari berasa dari sini. Pada tanggal ini di gereja
Katolik semua lilin yang akan dipakai selama setahun diberkati.
===***===
BAB XXI
MISTERI
DAN PERCAMPURAN
Kita sudah melihat bagaimana percampuran
atau perzinahan antara Kekristenan dan kekafiran menghasilkan gereja Katolik.
Berikut ini disajikan ringkasan dari bab-bab yang terdahulu mengenai perzinahan
ini.
===***===
KEKAFIRAN
1. Penyembahan kepada dewi ibu (mother
goddess).
2. Adanya dewa dan dewi yang menjadi
pelindung dari hari, pekerjaan atau kegiatan dan peristiwa tertentu.
3. Penggunaan patung atau berhala dari
dewa dan dewi yang disembah
4. Bermacam bentuk salib dipakai secara tahyul.
===***===
GEREJA ROMA KATOLIK
1. Penyembahan kepada Maria.
2. Adanya santo dan santa sebagai pelindung dari hari, pekerjaan/kegiatan dan peristiwa tertentu.
3. Penggunaan patung dari santo dan
santa.
4. Adanya penghormatan kepada bentuk
salib yang dibuat oleh manusia.
Doa-doa yang diulang-ulang, rosario dan
penyimpanan barang bekas orang kudus juga berasal dari kekafiran. Titel
Pontifex Maximus diberikan kepada uskup dari Roma yang disebut juga paus, bapa
dari segala bapa, meskipun Yesus mengatakan untuk tidak menyebut bapa kepada seorang
manusiapun. Sekalipun orang Katolik menyadari bahwa gereja mereka merupakan
percampuran antara kekafiran dan kekristenan, tapi dimata mereka percampuran
ini justru merupakan kemenangan atas berhasilnya
mengkristenkan praktek-praktek kafir.
Dalam Ensiklopedia Katolik dikatakan
bahwa pemakaian lilin, dupa, dan air suci merupakan kebiasaan orang-orang kafir
dan dipakai dalam acara kematian. Gereja Katolik kemudian mengambil alih hal
ini seperti juga musik, lampu-lampu, wangi- wangian, hiasan bunga, lonceng,
dsb. Dalam masa Perjanjian Lama, bangsa Israel kerap kali jatuh ke dalam
perzinahan semacam ini. Mereka tidak menolak penyembahan kepada Tuhan, tetapi
sering kali dicampuradukkan dengan kebiasaan kafir. Ingat anak lembu emas yang
mereka sembah (Kel. 32). Selama 40 tahun dalam pengembaraan, bangsa Israel
mengangkat kemah suci Tuhan (Tabernakel). Beberapa diantara mereka lalu membuat
sebuah kemah yang berbau Babilonia (Am. 5:26; Kis. 7:42-43). Karena perzinahan
ini, maka lagu-lagu pujian, korban dan persembahan ditolak oleh Tuhan. Dalam
era lain, bangsa Israel melakukan upacara- upacara rahasia, mendirikan
tempat-tempat tinggi, menyuruh anak-anak berjalan melalui api, menyembah
matahari, bulan dan bintang (2Raj. 17:9-17), akibatnya mereka diusir dari negeri
mereka.
Raja Asyria membawa serta bermacam-macam
bangsa, termasuk Babilon, untuk menduduki negeri bekas bangsa Israel. Dan masih
banyak kejadian yang serupa tertulis di Alkitab dan yang menunjukkan bahwa
percampuran semacam ini tidak berkenan kepada Tuhan. Samuel berkotbah supaya
orang kembali kepada Tuhan dengan segenap hati dan menyingkirkan
berhala-berhala lain, maka Tuhan akan membebaskan kita (1Sam. 7:3). Iblis tidak
tinggal diam, dia muncul sebagai malaikat terang (2Kor. 11:14). Yesus mengingatkan
kita tentang “Serigala yang berkulit domba” (Mat. 7:15).
Demikian pula dengan masalah kekafiran
yang diselubungi dengan Kekristenan. Penyembahan yang benar harus di dalam Roh
dan Kebenaran (Yoh. 4:24). Pengaruh Babilon merupakan suatu misteri. Berabad-abad
lamanya Tuhan memanggil orang- orangnya supaya keluar dari ikatan Babilon.
Sampai sekarang suaraNya mengatakan: “Pergilah kamu, hai umatKu, pergilah
daripadanya supaya kamu jangan mengambil bagian dalam dosa-dosanya, dan supaya
kamu jangan turut ditimpa malapetaka- malapetaka” (Wah. 18:4). Keselamatan
tidak bergantung kepada pastor, Maria, orang kudus atau paus. Yesus mengatakan:
“Akulah jalan dan kebenaran dan hidup. Tidak ada seorangpun yang datang kepada
Bapa, kalau tidak melalui Aku” (Yoh. 14:6)
===***===
DOA
Setelah anda membaca buku ini dan
memperoleh berkat dari “kebenaran” yang telah disampaikan, dan jika anda ingin
sungguh-sungguh diselamatkan serta dilepaskan dari cengkraman Iblis dan
sistemnya yang keji dan dashyat itu, berdoalah secara khusus kepada Tuhan
Yesus, merendahkan diri anda dihadapanNya. Ucapkanlah doa berikut dengan
bersuara sesuai dengan Mat. 12:37, yaitu:
Tuhan Yesus Juruselamatku,
Melalui buku ini, saya telah dibukakan
mengenai sistem Kekatolikan yang ternyata tidak sesuai dengan FirmanMu. Tuhan
Yesus, saat ini dengan merendahkan diri dihadapan-Mu, saya bermohon ampun kalau
dimasa lalu saya pernah terlibat dengan sistem kehidupan dan sistem iman
Gerejawi yang tidak sesuai dengan kehendak Tuhan. Tuhan, ampunilah karena
ketidak mengertianku. Saat ini saya mengambil keputusan untuk hidup di dalam
kehidupan yang dibangun dan dipimpin oleh Tuhan Yesus saja.
Saat ini saya membatalkan semua
persekutuanku dengan Iblis yang pernah terbentuk, baik yang disengaja maupun
tidak sengaja, akibat keikutsertaanku didalam sistem iman Gerejawi ciptaan
Iblis.
Dalam nama Yesus, saya usir malaikat
iblis yang mensponsori sistem tersebut dari kehidupan saya, dan roh-roh
najisnya dibinasakan. Saya hanya mau bersekutu dengan Tuhan Yesus.
Saya mengundang Tuhan Yesus Kristus yang
Trinitas masuk ke dalam hatiku menjadi Tuhan, Raja, Guru dan Juruselamatku
pribadi. Proseslah diriku, ya Tuhan , sehingga saya bisa mengenalMu lebih dekat lagi. Dalam nama Yesus Kristus, saya telah
berdoa. Amin
Saudara-saudara terkasih, kiranya Ringkasan BABYLON
MYSTERY RELIGION ini semakin membuka wawasan akan sekitar kita. Kiranya Damai
Sejahtera dari Tuhan Yesus Kristus memenuhi hati kita. Amin
Ringkasan
Terjemahan
BABYLON MYSTERY RELIGION
By
Ralph Woodrow
P.O. BOX 124
Riverside, California 92502
U.S.A
0 Komentar